Minggu, 01 Juli 2012

Militer Indonesia Tembak Kepala Kampung Sawiatami

Peta Target Militer Indonesia. (Ist).
“Tentara (Indonesia) dari Yonif 431 mengejar masyarakat di kampung ini. Tapi mereka (TNI) tuding kita yang tembak,” kata warga Kampung Sawiatami, Arso Kabupaten Kerom Papua, Senin (2/7). 
“Warga tidak pernah melakukan tembakan, tapi sejak hari Sabtu pagi, tentara (Indonesia) su berkeliaran,” tepisnya. Sejak pekan kemarin, sumber lainnya mengatakan, militer Indonesia ditugaskan untuk menguasai Kerom, dengan alasan politik. Sejak pasca manipulasi Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) Papua tahun 1969, warga dipaksa untuk mengikuti Indonesia. Sejak itu pula, kebebasan warga, hak berpendapat di muka umum ditekan oleh militer Indonesia. Hingga tahun 1971, tanggal 1 Juli saaat itu, Organisasi Papua Merdeka (OPM) deklarasikan kemerdekaan Papua secara utuh dari Sorong sampai Samarai, dari Sorong sampai Port Numbay.  “Tapi dorang (mereka-Indonesia-red) pikir, daerah Kerom sebagai dareah merah. Maka itu bertepatan dengan hari HUT (OPM, 1 Juli 2012), tentara banyak turun dan kejar masyarakat,” sambung warga lainnya.
Berkaitan dengan penembakan terhadap Kepala Kampung Sawiatami (Yohanes Yonafrom, Minggu (1 Juli 2012), kata salah satu warga, Watae, sejumlah peristiwa kejanggalan terjadi di wilayah kekuasaan Tentara Republik Indonesia itu. “Masa tiba-tiba bendera (Bintang Kejora) berkibar depan Kios. Heran,karena tak hanya itu. Depan rumah warga juga, terang-terangan bendera berkibar, sementara warga sedang mengungsi dan takut keluar rumah.  Tentara yang ada patroli rame-rame sini itu kemana? Ini aneh,” tepisnya. Meski demikian, pihak Militer Indonesia masih mengklaim penembakan Kepala Kamjpung Sawiatami di Kerom Papua dilakukan oleh OPM. 
Peristiwa dan kronologis yang mengedepankan kepentingan, baik pihak Indonesia maupun Papua, seharusnya mengundang perhatian pihak dunia Internasional sebagai pihak independen. Kalau tidak, sampai kapan pengejaran dan penembakan terhadap warga Papua akan terhenti? (Almer Pits)