Senin, 06 Agustus 2012

Victor Yeimo Nyaris Ditangkap, 2 Aktivis Ditangkap dan Diintrogasi Polisi

Militer Indonesia masih operasi warga Papua (Ist).
August 06, 2012 By: admin Category: News
KNPBnews – Usai persidangan Ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP), Buchtar Tabuni tadi siang (6/8), Pihak kepolisian dari Polresta Jayapura nyaris menangkap Ketua Umum KNPB Victor Yeimo di depan pintu keluar Pengadilan Negeri Abepura pukul 01-20 siang.
Seperti pada pengadilan sebelumnya, Victor Yeimo bersama puluhan massa KNPB menghadiri sidang Buchtar yang berlangsung dibawah pengawalan ketat dari intelijen dan pasukan Polisi. Tanpa alasan yang jelas, komandan polisi dari Polresta Jayapura memerintahkan anak buahnya menangkap Victor. Melihat ada upaya intervensi langsung itu, Victor tanpa ragu terus mengendarai motor keluar dan melaju ke arah Lingkaran.
Menurut pantauan langsung, beberapa avansa dikerahkan untuk mengejar Victor Yeimo, sedangkan massa KNPB yang berada ditempat kejadian tidak terpancing dengan hasutan yang sengaja dibuat oleh Polisi.
Sementara itu, setelah pihak kepolisian tidak berhasil menangkap Victor Yeimo pasukan polisi yang menggunakan mobil avansa dan truk dalmas dikerahkan ke Asrama Uncen dan melakukan penggrebekan di beberapa titik. Menurut beberapa saksi, Polisi menangkap Alex Oagai dan Doga Tabuni yang sedang berada tepat di depan Asrama Unit 6 Uncen pada pukul 02.16 siang.
Tanpa menunjukan surat penangkapan, keduanya dipaksa naik kendaran milik polisi dan dibawah keluar. Namun, sore ini sekitar pukul 4.30, keduanya dikembalikan. Keduanya tidak dibawa ke Polda namun diintrogasi dengan paksa dalam mobil polisi. Sampai berita ini dinaikan, belum jelas apa saja diintrogasi oleh Polisi.
Sementara itu, Juru Bicara Nasional KNPB, Wim Rocky Metlama sesalkan tindakan aparat kepolisian. “Apa salah kami?, tunjukan perbuatan pidana apa yang dilakukan KNPB, jangan asal tangkap, apalagi tembak. Sudah cukup Mako Tabuni ditembak mati tanpa proses hukum, sudah cukup Buchtar Tabuni ditangkap dan diadili tanpa bukti yang jelas. Ini tindakan yang tidak manusiawi dan tak beradab”, tegasnya. (wp)